![]() |
| Ketua DPRD Jatim, Musyafak Rouf dalam rapat paripurna, Sabtu (1/3/2025). |
SURABAYA||LENSA-GLOBAL.com - Dalam sidang paripurna DPRD Jatim, Sabtu (1/3/2025) tentang Penyampaian Visi Misi Gubernur Khofifah-Wagub Emil Elestianto Dardak yang dipimpin oleh Ketua DPRD Jatim, Masyarakat Rouf diikuti oleh wakil ketua DPRD Jatim, Deni Wicaksono, Hidayat, Blegur Prijanggono dan Sri Wahyuni, M.Kes. Dan juga dihadiri mantan Gubernur Jatim, Imam Utomo dan Gubernur Soekarwo, Forkopimda, Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya, Kejati, Pengadilan Tinggi, KPU, Bawaslu dan staf khusus Kemendagri.
Dalam kesempatan ini, Khofifah memaparkan cita-cita besar mewujudkan Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara dengan mengangkat visi Bersama Jawa Timur maju yang adil, makmur, unggul dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. Gubernur Khofifah menyampaikan beberapa program Quick win yang jadi salah satu dari fokus selama tiga bulan kedepan.
Diketahui, di periode pertama memimpin Jatim, Khofifah-Emil telah berhasil membuat Jatim lebih maju. Hal ini tampak dari keberhasilan Khofifah dalam membangkitkan ekonomi Jatim yang terpuruk pasca pandemic covid-19, menurunkan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur yang mulanya berada diatas rata-rata kemiskinan ekstrem nasional dengan angka 4,4 persen di tahun 2020, kemudian menurun sangat signifikan menjadi 0,66 persen di awal tahun 2024.
"Mari berupaya mencapai tujuan dengan rencana dan strategi yang terukur demi mendukung visi nasional dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maju, sejahtera dan berdaya saing tinggi di tahun 2045", tegas Khofifah.
"Nawa Bhakti Satya Selaras dengan Asta Cita. Nawa Bhakti Satya akan terus dilanjutkan dengan penyempurnaan dan penyelarasan dengan Asta Cita yang diusung pemerintah pusat", ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Jatim, Masyarakat Rouf mengingatkan sejumlah tantangan yang akan dihadapi oleh Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2025-2030. Diantaranya, adalah terkait efisiensi anggaran dan potensi penurunan PAD Jawa Timur ke depan. "Tantangan ke depan tentu tidak mudah ditengah instruksi efisiensi oleh pemerintah pusat", katanya.
Musyafak menyinggung terkait tantangan efisiensi dalam periode kedua ini. Selain soal efisiensi anggaran, tantangan lain adalah terkait potensi penurunan PAD dari sektor pajak kendaraan bermotor. Hal ini lantaran menyesuaikan dengan regulasi baru, ucapnya.
Musyafak juga menegaskan ditengah berbagai tantangan itu, DPRD Jatim sebagai lembaga legislatif berkomitmen untuk mengawal Pemprov Jatim. "Kami akan bersama-sama mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat Jawa Timur", ungkapnya.
Khofifah Indar Parawansa resmi menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur periode 2025-2030 setelah serah terima jabatan (sertijab) dari Penjabat Gubernur Adhy Karyono dalam rapat paripurna di DPRD Jawa Timur. Khofifah kembali memimpin Jawa Timur didampingi oleh Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak yang mendampinginya di periode pertama menjabat.(**/nd)







