• Jelajahi

    Copyright © Lensa Global
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan atas

    Latest Post

    Dinas Pertanian Jatim Pastikan Beras SPHP Yang Disalurkan Dalam Keadaan Baik

    Senin, 15 September 2025, September 15, 2025 WIB Last Updated 2025-09-15T08:33:08Z

     

    Kunjungan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa didampingi Dinas Pertanian Jatim, Heru Suseno dan Bupati Sidoarjo, H. Subandi di pasar murah Kabupaten Sidoarjo.

    SIDOARJO||LENSA-GLOBAL.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menunjukkan komitmennya dalam mengendalikan inflasi dan menjaga ketahanan pangan. Terkait hal tersebut, Gubenur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa didampingi jajarannya bersama Bupati Sidoarjo, H. Subandi meninjau langsung pelaksanaan pasar murah yang digelar di beberapa kecamatan di Kabupaten Sidoarjo pekan yang lalu. 


    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi sinergi kuat dengan Pemkab Sidoarjo. Ia menyoroti keberhasilan Sidoarjo dalam pendistribusian beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang telah melampaui target rata-rata provinsi di angka 12%.


    Penyelenggaraan pasar murah harus jauh dari pasar tradisional atau modern agar penjangkauan kita lebih merata untuk mendekati pemenuhan kebutuhan masyarakat, jelas Khofifah mantan Menteri Sosial, Rabu (10/9/2025) 


    Terkait keluhan soal beras SPHP atau bantuan yang dinilai kering atau pera, Khofifah mengatakan hal itu berasal dari bibit atau varietas padi saat penanaman. 


    Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramadhani menambahkan bahwa penyaluran beras lewat bantuan pangan maupun program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap dalam kondisi baik tanpa kerusakan atau penurunan mutu. 


    Menurut Rizal, dia mendapatkan izin untuk melakukan pencampuran atau mixing beras sesuai prefensi pasar. "Kita harus mengikuti selera pasar. Pasarnya suka yang pulen, berarti kita harus campur dengan yang pulen", ucapnya. 


    Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur, Heru Suseno menuturkan rotasi stok dijalankan dengan sistem first in, first out (Fifo) dan first expired, first out (Fefo). Bila ditemukan penurunan kualitas, langkah korektif dilakukan lewat pemisahan, fumigasi ulang hingga pengolahan dengan mesin pemilah modern. 


    "Kita jamin beras-beras kita ini betul-betul sehat, bersih, tidak berkutu dan tidak berkuman", ujar Heru saat dampingi peninjauan pasar murah. 


    " Enggak ada (beras rusak disalurkan). Yang namanya gudang, nggak mungkin ada yang 100 persen tidak rusak", pungkasnya.(**/nd)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru