• Jelajahi

    Copyright © Lensa Global
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan atas

    Latest Post

    Cegah Banjir Saat Hujan, Pemkab Sidoarjo Genjot Normalisasi Sungai Disaat Kemarau

    Selasa, 14 Juli 2026, Juli 14, 2026 WIB Last Updated 2026-07-14T09:03:38Z

     


    SIDOARJO||LENSA-GLOBAL.com - Bukan cuma saat musim penghujan, normalisasi sungai dan pembersihan afvour juga terus digenjot oleh Pemkab Sidoarjo saat musim kemarau seperti sekarang ini. Tujuannya, supaya aliran air lancar dan tidak terjadi banjir saat penghujan. 


    Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo menerjunkan Satgas Alat Berat dan Satgas Afvoer. Alat-alat berat sudah terjun dititik-titik sungai yang mengalami pendangkalan. 


    Begitu pula dengan puluhan orang Satgas Afvoer. Mereka terus bekerja keras membersihkan saluran-saluran irigasi. 


    Kegiatan normalisasi sungai dan pembersihan afvoer sudah terjadwal. Seperti hari ini, Selasa, (14/7/2026), Satgas Alat Berat melakukan normalisasi saluran Kedunguling di Kelurahan Gebang Sidoarjo. 


    Jadwal hari ini juga mereka melakukan pembersihan sampah saluran Porong Kanal Kelurahan Porong dan saluran Mangetan Kanal Desa Dungus. 


    Selain itu Satgas Alat Berat juga bergerak menormalisasi anak afvoer Kedunguling Desa Ganggangkepuhsari di Kecamatan Balongbendo. Di hari yang sama, Satgas Afvoer berpencar melakukan pembersihan saluran-saluran irigasi yang tersumbat.


    Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo membagi Satgas Afvoer per wilayah. Antara lain Satgas Afvoer Wilayah Kota, Satgas Afvoer UPTD Trosobo, Prambon, Porong dan Satgas Afvoer UPTD Sumput. 


    Untuk Satgas Avoer wilayah kota, hari ini membersihkan afvoer Kedunguling Desa Larangan. Sedangkan untuk Satgas Afvoer UPTD Trosobo melakukan pembersihan Afvoer Buntung Desa Balongbendo, Afvoer Kepucang Desa Jimbaran Wonoayu dan Saluran Kedunguling Desa Temu Prambon. Pembersihan Saluran Kedunguling Desa Temu Prambon hari ini juga dilakukan Satgas Afvoer UPTD Prambon. 


    Sedangkan Satgas Afvoer UPTD Porong melakukan pembersihan Afvoer Gedek Desa Wates Tanggulangin, Afvoer Ngingas Desa Balongtani Jabon dan Afvoer Kedungkampil Desa Kedungsulo Porong. 


    Satgas Afvoer UPTD Sumput sendiri melakukan pembersihan Afvoer di lima kecamatan. Yakni Afvoer Bulubendo Desa Sawotratap Gedangan, Afvoer Sumber Desa Kloposepuluh Sukodono, Afvoer Karangbong 2 Desa Wadungasih Buduran serta Afvoer Botokan atau Sinir Desa Pepelegi Waru. 


    Kemudian Satgas Afvoer UPTD Sumput bergerak membersihkan Afvoer Buntung Desa Wadungasri Waru dan Afvoer Jemundo Desa Kedungturi Taman. 


    Kepala Bidang Pengairan Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo Prayitno, mengatakan bahwa normalisasi sungai dan pembersihan Afvoer terus berjalan. Di musim kemarau seperti ini, kegiatan rutin itu dioptimalkan. 


    Saat ini Satgas Alat Berat sedang melakukan normalisasi saluran Kedunguling di Kelurahan Gebang Sidoarjo. Panjangnya sekitar 4 kilometer. Diperkirakan normalisasi akan berjalan selama 3 bulan. 


    "Normalisasi sungai di musim kemarau seperti ini sangat efektif karena debit air menurun yang memudahkan pengerukan sedimen dan pembersihan sampah," ucapnya. 


    Prayitno mengatakan proses pengerukan sedimen tanah dan sampah dilakukan disaluran Kedunguling. Tumbuhan liar yang mempersempit aliran sungai ikut dibersihkan. Selain itu pekerjaan penguatan bibir sungai juga dilakukan saat pengerjaan normalisasi sungai berlangsung. 


    "Kita berharap perkerjaan normalisasi sungai ini berjalan lancar agar saat musim penghujan nanti seluruh aliran sungai di Sidoarjo dapat berfungsi normal, menampung curah hujan dengan maksimal," harapnya. 


    Prayitno mengatakan normalisasi sungai menjadi salah satu upaya menyelesaikan persoalan banjir. Namun semua itu butuh dukungan masyarakat. Masyarakat diharapkan tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi membuangnya di sungai. Jika tidak, persoalan banjir tidak akan pernah terselesaikan. 


    "Normalisasi sungai seperti ini merupakan upaya Pemkab Sidoarjo untuk mencegah banjir, namun persoalan banjir tidak akan pernah berakhir jika kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungannya dari sampah masih kurang," ujarnya.(nd/*) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru