• Jelajahi

    Copyright © Lensa Global
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan atas

    Latest Post

    563 Mahasiswa Universitas Adi Buana (UAB) Ikuti Pelatihan dan Uji Kompetensi LSP P1

    Selasa, 22 September 2026, September 22, 2026 WIB Last Updated 2026-09-22T10:32:05Z

     

    Kegiatan Pelatihan dan Uji Kompetensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 Universitas Adi Buana (UAB).(ft:ist)

    SURABAYA||LENSA-GLOBAL.com – Sebanyak 563 mahasiswa Universitas Adi Buana (UAB) mengikuti rangkaian Pelatihan dan Uji Kompetensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 Universitas Adi Buana (UAB). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan sarjana. Rangkaian kegiatan diawali dengan pelatihan yang dilaksanakan pada 22–23 September 2026. Selanjutnya, peserta mengikuti Uji Kompetensi pada 24–26 September 2026. Pelaksanaan uji kompetensi dipusatkan di Gedung Sardjijo, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Adi Buana (UAB).


    Tahun ini, terdapat tiga skema kompetensi yang diujikan, yakni Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Digital Marketing, serta Staf Administrasi Sumber Daya Manusia (SDM). Ketiga skema tersebut dipilih untuk memberikan bekal kompetensi yang aplikatif sekaligus memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi tuntutan profesional di berbagai bidang pekerjaan.


    Rektor Universitas Adi Buana (UAB), Dr. Untung Lasiyono, SE., M.Si., menyampaikan bahwa pelatihan dan uji kompetensi merupakan bagian penting dari proses penyiapan mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan akademik. Mahasiswa juga perlu memiliki keterampilan dan kompetensi yang dapat dibuktikan secara profesional.


    “Kegiatan pelatihan dan uji kompetensi ini merupakan wujud nyata dari upaya Universitas Adi Buana (UAB) dalam menyiapkan dan mengembangkan diri mahasiswa untuk menyongsong dunia kerja pasca kelulusan sebagai seorang sarjana. Kompetensi menjadi bagian penting yang harus dimiliki mahasiswa agar mampu beradaptasi dan berkontribusi di lingkungan kerja,” ujar Dr. Untung Lasiyono.


    Ia menambahkan, sertifikasi kompetensi dapat menjadi salah satu instrumen yang membantu mahasiswa mengenali sekaligus mengukur kemampuan yang telah dimiliki. Dengan demikian, lulusan diharapkan tidak hanya memiliki ijazah sebagai bukti akademik, tetapi juga mempunyai pengakuan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan profesi.


    Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Kewirausahaan Universitas Adi Buana (UAB) menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kampus untuk meningkatkan daya saing calon lulusan. Menurutnya, mahasiswa sebagai calon lulusan perlu memiliki nilai tambah ketika memasuki dunia kerja. Salah satunya melalui kepemilikan sertifikat kompetensi yang diperoleh melalui proses pelatihan dan asesmen sesuai standar yang ditetapkan.


    “Kegiatan ini menjadi bentuk ikhtiar universitas dalam mempersiapkan mahasiswa sebagai calon lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang dapat dibuktikan melalui sertifikat kompetensi. Hal ini diharapkan dapat menjadi salah satu bekal mahasiswa ketika memasuki dunia kerja,” jelasnya.


    Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Adi Buana (UAB), Dr. Moch Shofwan, M.Sc., mengatakan bahwa sertifikasi kompetensi memiliki arti strategis dalam membangun kepercayaan terhadap kualitas lulusan. Menurutnya, kompetensi yang dimiliki lulusan perlu dapat dipertanggungjawabkan dan dibuktikan secara objektif. Dengan adanya proses sertifikasi, masyarakat dan dunia kerja mendapatkan gambaran mengenai kompetensi yang dimiliki oleh calon lulusan sesuai dengan bidang masing-masing.


    “Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap lulusan Universitas Adi Buana (UAB). Kami ingin memastikan bahwa lulusan tidak hanya menyelesaikan proses pendidikan secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidangnya masing-masing dan dapat dibuktikan melalui sertifikasi,” ungkap Dr. Moch Shofwan.


    Ketua LSP P1 Universitas Adi Buana (UAB), Eko Sugandi, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian pelatihan dan uji kompetensi tahun ini diikuti oleh 563 asesi. Para asesi berasal dari tiga fakultas, yakni Fakultas Teknik dan Sains, Fakultas Ilmu Kesehatan, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Menurut Eko, jumlah peserta tersebut menunjukkan tingginya perhatian mahasiswa terhadap pentingnya penguatan kompetensi sebelum memasuki dunia profesional.


    “Pelaksanaan kegiatan ini diikuti oleh 563 asesi yang berasal dari Fakultas Teknik dan Sains, Fakultas Ilmu Kesehatan, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Para asesi mengikuti tahapan kegiatan mulai dari pelatihan hingga uji kompetensi sesuai dengan skema yang telah ditentukan,” jelas Eko.


    Ia menjelaskan, pelatihan pada 22–23 September 2026 menjadi tahapan pembekalan bagi peserta sebelum menjalani proses asesmen. Selanjutnya, pada 24–26 September 2026, peserta mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan di Gedung Sardjijo Fakultas Teknik dan Sains.


    Tiga skema yang disiapkan dalam kegiatan tersebut memiliki keterkaitan dengan kebutuhan kompetensi di dunia kerja, yakni Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Digital Marketing, dan Staf Administrasi SDM. Skema K3 menjadi bagian penting dalam membekali mahasiswa dengan pemahaman dan kemampuan terkait penerapan keselamatan serta kesehatan di lingkungan kerja. Sementara itu, Digital Marketing diarahkan untuk memperkuat kemampuan mahasiswa menghadapi perkembangan ekosistem pemasaran berbasis digital yang semakin dinamis.


    Adapun skema Staf Administrasi SDM memberikan penguatan kompetensi dalam bidang administrasi dan pengelolaan sumber daya manusia yang menjadi salah satu fungsi penting dalam organisasi maupun perusahaan. Pelaksanaan sertifikasi kompetensi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian sertifikat semata. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembentukan lulusan yang memiliki kesiapan menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.


    Mahasiswa dituntut untuk mampu mengintegrasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan keterampilan praktis yang dibutuhkan dalam lingkungan profesional. Melalui pelatihan dan uji kompetensi, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus memperoleh pengakuan atas kompetensi yang dimilikinya. Universitas Adi Buana (UAB) terus mendorong penguatan keterkaitan antara pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Sertifikasi kompetensi menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat profil lulusan agar memiliki bekal yang lebih lengkap ketika memasuki dunia profesional maupun mengembangkan usaha secara mandiri.


    Dengan jumlah peserta mencapai 563 asesi, kegiatan pelatihan dan uji kompetensi LSP P1 Universitas Adi Buana (UAB) tahun 2026 menjadi salah satu bentuk konkret komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas dan daya saing mahasiswa. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan semakin percaya diri menghadapi dunia kerja, memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang yang ditekuni, serta mampu menunjukkan kualitas dan profesionalitas sebagai lulusan Universitas Adi Buana (UAB).(ind/*) 


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru