• Jelajahi

    Copyright © Lensa Global
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan atas

    Latest Post

    Ayah Tak Sekadar Pencari Nafkah, Bunda PAUD Surabaya Soroti Peran dalam Membentuk Masa Depan Anak

    Kamis, 24 September 2026, September 24, 2026 WIB Last Updated 2026-09-24T08:56:04Z

    Roadshow Bunda Paud Surabaya, Rini Indriyani di Kelas Parenting PUSPAGA di Rumah Anak Prestasi (RAP) Dukuh Menanggal, Kamis (24/9/2026).


    SURABAYA||LENSA-GLOBAL.com — Pendidikan anak tidak hanya berlangsung di sekolah. Rumah menjadi ruang pertama tempat anak belajar mengenal kemandirian, tanggung jawab, ketegasan sekaligus kelembutan. Karena itu, keterlibatan ayah dan ibu dalam pengasuhan dinilai menjadi bagian penting yang tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.

    Pesan tersebut disampaikan Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, saat Roadshow Kelas Parenting PUSPAGA di Rumah Anak Prestasi (RAP) Dukuh Menanggal, Kamis (24/9/2026).

    Rini menyoroti secara khusus peran ayah dalam proses tumbuh kembang anak. Menurutnya, kehadiran ayah bukan semata berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga bagaimana seorang anak mendapatkan pembelajaran tentang kemandirian, ketegasan, keberanian menghadapi persoalan dan tanggung jawab.

    Sementara ibu, kata Rini, dapat memberikan pembelajaran mengenai kelembutan dan kesabaran.

    “Sedangkan seorang ibu akan mengajarkan kelembutan dan kesabaran. Ketika seorang anak mendapatkan keduanya, pasti akan menjadi anak yang hebat,” kata Rini.

    Orang Tua Juga Harus Terus Belajar

    Menurut Rini, tantangan pengasuhan anak terus berkembang. Karena itu, orang tua tidak perlu merasa berhenti belajar ketika sudah menjadi ayah atau ibu.

    Berbagai sumber dapat dimanfaatkan untuk menambah pengetahuan mengenai pola asuh, mulai dari kanal YouTube bertema parenting hingga bertukar pengalaman dengan orang tua lain yang telah lebih dahulu menghadapi persoalan serupa.

    Namun, Rini mengingatkan bahwa pengetahuan mengenai parenting tetap membutuhkan praktik dalam kehidupan sehari-hari.

    Ketelatenan dan kerja sama antara ayah dan ibu menjadi fondasi penting agar proses pendampingan anak berjalan secara konsisten.

    Kisah Ibu Tunggal dan Anak Berkebutuhan Khusus

    Rini kemudian membagikan kisah seorang ibu tunggal yang berhasil membesarkan lima anak dalam kondisi penuh keterbatasan. Salah satu anaknya merupakan anak berkebutuhan khusus.

    Menurut Rini, perjuangan sang ibu menunjukkan bahwa kondisi keluarga maupun keterbatasan anak bukan alasan untuk menghentikan proses pendampingan.

    Kelima anak tersebut disebut berhasil menempuh kehidupan dan profesinya masing-masing. Ada yang menjadi guru, dokter, sementara anak berkebutuhan khusus tersebut berhasil menyelesaikan pendidikan hingga jenjang S2 dan kini menjadi pegawai tetap di Universitas Airlangga (UNAIR).

    “Dengan keterbatasan si ibu ini, tapi kelima anaknya ini sukses semua, ada yang menjadi guru hingga dokter. Dan anaknya yang spesial (berkebutuhan khusus) ini juga lulus S2 dan sekarang menjadi pegawai tetap di kampus UNAIR,” ungkap Rini.

    Bagi Rini, kisah tersebut bukan sekadar cerita keberhasilan pendidikan. Ada proses panjang berupa kesabaran, pendampingan dan keyakinan orang tua terhadap kemampuan anak.

    Anak Berkebutuhan Khusus Bukan Alasan untuk Berhenti Berharap

    Rini berharap kisah tersebut dapat menjadi energi bagi keluarga di Surabaya, terutama para orang tua yang sedang mendampingi anak berkebutuhan khusus.

    Ia meminta orang tua tidak merasa berjalan sendirian dalam menghadapi proses pengasuhan. Pemerintah Kota Surabaya, kata dia, juga memiliki berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

    “Saya yakin, anak-anak istimewa ini adalah titipan Allah yang sudah diberikan dengan kelebihan dan kekurangannya. Karena itu semangat ya, karena panjenengan (Anda) tidak sendirian dan ada Pemerintah Kota yang akan bisa membantu dan sama-sama mendoakan untuk mendampingi,” tuturnya.

    Pesan tersebut menempatkan keluarga sebagai fondasi utama dalam perjalanan seorang anak. Bagi Rini, setiap anak memiliki potensi yang berbeda, sehingga tugas orang tua bukan sekadar menuntut hasil, tetapi hadir mendampingi proses hingga anak mampu menemukan dan mengembangkan kemampuannya.(ham)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru