![]() |
| Para Peserta BDS Mendengarkan Narsu |
SIDOARJO||LENSA-GLOBAL.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Timur II menyelenggarakan kegiatan Business Development Services (BDS) Tahun 2026 dengan tema “UMKM Adaptif di Era Digital”.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Direktorat Jenderal Pajak dalam mendukung berkembangnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus meningkatkan pemahaman perpajakan bagi pelaku usaha melalui pendampingan dan edukasi yang berkesinambungan.
Kegiatan BDS tahun ini dilaksanakan melalui kolaborasi Kanwil DJP Jawa Timur II bersama KPP Pratama Sidoarjo Selatan dan KPP Pratama Sidoarjo Barat dengan melibatkan 50 pelaku UMKM, terdiri atas 30 anggota Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Cabang Sidoarjo serta masing-masing 10 UMKM binaan KPP Pratama Sidoarjo Selatan dan KPP Pratama Sidoarjo Barat.
Kehadiran teman-teman disabilitas dalam kegiatan ini menjadi wujud semangat inklusivitas dalam mendorong pertumbuhan UMKM yang semakin mandiri dan berdaya saing. Rangkaian kegiatan diawali dengan Fun Walk dan Market Day yang menampilkan berbagai produk unggulan UMKM peserta.
Kegiatan tersebut menjadi sarana promosi produk sekaligus membuka peluang perluasan jaringan usaha melalui interaksi langsung antara pelaku usaha dan masyarakat. Antusiasme peserta dan pengunjung terlihat dari tingginya minat terhadap berbagai produk yang dipasarkan selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi Business Development Services yang menghadirkan edukasi perpajakan dan pengembangan usaha berbasis digital. Para peserta memperoleh pembekalan terkait kewajiban perpajakan UMKM, strategi pengembangan usaha, serta pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar.
Materi disampaikan oleh Bondhan Dewantoro selaku Penyuluh Pajak KPP Pratama Sidoarjo Selatan dan Gunawan Prianto selaku SME Development Shopee dari Kampus UMKM Shopee Jawa Timur.
Kepala Kanwil DJP Jawa Timur II, Arridel Mindra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, UMKM berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja.
"Melalui kegiatan ini kami berharap para pelaku UMKM semakin adaptif dalam menghadapi perkembangan teknologi, mampu memanfaatkan digitalisasi untuk memperluas pemasaran, memperkuat daya saing usaha, serta mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan," ujar Arridel.
Melalui program Business Development Services (BDS), Direktorat Jenderal Pajak tidak hanya hadir dalam aspek edukasi perpajakan, tetapi juga sebagai mitra strategis yang mendukung pengembangan usaha melalui penguatan kapasitas, pendampingan, serta pemanfaatan teknologi digital agar UMKM semakin berkembang, berdaya saing, dan tangguh.
Di momentum kegiatan BDS ini, Kepala Kanwil DJP Jawa Timur II, Arridel Mindra, mengingatkan kembali kepada Wajib Pajak agar segera memenuhi kewajiban pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak 2025.
“Kami mengajak Wajib Pajak Badan untuk segera melaporkan SPT Tahunan sebelum batas akhir pelaporan, serta Wajib Pajak Orang Pribadi yang belum menyampaikan SPT agar segera memenuhi kewajiban perpajakannya tanpa menunda hingga mendekati batas waktu,” ujar Arridel.
Kanwil DJP Jawa Timur II mengajak seluruh Wajib Pajak untuk terus meningkatkan kepatuhan perpajakan secara sukarela melalui pelaporan SPT Tahunan secara tepat waktu sebagai bentuk pemenuhan kewajiban perpajakan dan partisipasi dalam mendukung pembangunan. Informasi perpajakan terkini lainnya dapat dilihat di laman landas https://www.pajak.go.id.(nd/*)







