• Jelajahi

    Copyright © Lensa Global
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan atas

    Latest Post

    Marakkan Hari Kartini 2026, KGPS Launching dan Talkshow "Kiprah Perempuan di Era Digital"

    Sabtu, 09 Mei 2026, Mei 09, 2026 WIB Last Updated 2026-05-09T13:39:25Z

     

    Launching Buku Antologi Puisi ke-15 dan Talkshow bertajuk "Kiprah Perempuan di Era Digital".(ft:red) 

    SIDOARJO||LENSA-GLOBAL.com - Bertempat di Aula Kencana Kantor Dinas P3A-KB  Sidoarjo, Komunitas Guru Penulis Sidoarjo (KGPS) menggelar Launching Buku Antologi Puisi ke-15 dan Talkshow bertajuk "Kiprah Perempuan di Era Digital", Sabtu (9/5/2026) dengan menghadirkan narasumber Siti Chomsiyah yang menjabat sebagai Ketua Biro Pemberdayaan Perempuan dan Wakil Perempuan PGRI Provinsi Jawa Timur. 


    Kegiatan ini selain dihadiri Ketua KGPS yang diwakili Sekretaris KGPS, Suhartatik beserta jajarannya, juga dihadiri Kepala Dinas P3A-KB Sidoarjo, Heni Kristiani dan Ketua PWI Sidoarjo, Mustain beserta anggotanya. 


    Dalam sambutannya, Ketua KGPS yang diwakili Sekretaris KGPS, Suhartatik menyampaikan bahwa perempuan adalah tiang peradaban. Dari rahimnya lahir generasi penerus bangsa, dari tutur katanya mengalir nilai-nilai luhur, dan dari tangannya terukir arah masa depan. Oleh karena itu, kehadiran dan peran perempuan di Indonesia, khususnya di Sidoarjo, sangatlah penting dan tidak dapat digantikan, urainya. 

     

    Ia juga mengatakan, KGPS sendiri mewadahi para pendidik, tidak hanya guru perempuan, tetapi juga guru laki-laki. Namun, mengingat hari ini kita memperingati Hari Kartini, perhatian kita lebih terarah pada peran perempuan, ucapnya. 


    Lebih lanjut dikatakan, sering kita mendengar ungkapan, di samping laki-laki yang hebat, pasti ada perempuan yang hebat pula. Namun hari ini, mari kita balik maknanya, "Di samping perempuan yang luar biasa, terdapat dukungan dari laki-laki yang juga luar biasa. Dukungan inilah yang membuat peran perempuan dapat berjalan lebih maksimal dan bermakna", imbuhnya. 

     

    Ia berpesan kepada rekan-rekan pendidik, khususnya para guru perempuan. "Teruslah menulis, teruslah berkarya. Bagi yang masih aktif mengajar, jangan biarkan kesibukan di kelas menghentikan langkahmu untuk menuangkan pikiran dan perasaan lewat tulisan. Ingatlah, setiap kata yang ditulis adalah jejak kebaikan yang dapat menginspirasi banyak orang", tuturnya. 

     

    Semoga buku antologi ke-15 ini dengan tema “Perempuan Pencerah Hati” dapat menjadi inspirasi bagi kita semua, dan bagi generasi yang akan datang, harapnya. 

    Ketua PWI Sidoarjo, Musta'in menerima buku Antologi puisi dari Sekretaris KGPS, Suhartatik.(ft:red) 


    Selanjutnya, Ketua PWI Sidoarjo, Mustain menyampaikan bulan April yang penuh semangat mengenang Hari Kartini. Semangat yang terasa mengalir di setiap sendi kehidupan bangsa. Kita menyaksikan satu peristiwa sastra yang sangat membanggakan, ungkapnya.


    Menurut Ta'in, launching buku ini merupakan sebuah karya lahir ke hadapan kita, buku antologi puisi berjudul Perempuan Pencerah Hati, yang ditulis oleh tangan-tangan kreatif, para guru penulis dari seluruh Indonesia, ucapnya. 

     

    Masih menurut Ta'in, kehadiran buku ini sebagai tanda kegembiraan dan penghormatan yang mendalam. Bagi saya, menulis adalah sebuah bentuk perjuangan yang mulia. Ketika para guru, yang sehari-harinya sudah berjuang mencerdaskan generasi bangsa tetapi masih meluangkan hati dan pikirannya untuk menuangkan gagasan dalam bentuk puisi. Ini adalah bukti nyata bahwa semangat Kartini benar-benar masih hidup dan terus berkobar di tengah-tengah kita, paparnya. 

     

    Ia menyebut, buku Perempuan Pencerah Hati ini bukan sekadar kumpulan kata-kata indah semata, namun ibarat nyala obor yang menerangi jalan, suara yang menyampaikan kebenaran, dan warisan berharga yang akan terus berbicara serta memberi makna, bahkan melampaui batas waktu dan zaman, tuturnya. 

     

    Di tengah era digital saat ini, di mana arus informasi bergerak begitu deras dan cepat, kehadiran perempuan penulis, terutama yang berprofesi sebagai guru, semakin memegang peranan penting. Talkshow hari ini mengangkat tema tentang kiprah perempuan di era digital menjadi ruang refleksi yang sangat tepat. Perempuan tidak hanya menjadi pengguna informasi, tetapi juga harus menjadi pencipta gagasan, pelopor kemajuan, dan pencerah di tengah samudra informasi yang luas ini, tegasnya. 

     

    "Semoga buku ini mampu menginspirasi semakin banyak pendidik untuk berani berkarya, serta mendorong semakin banyak perempuan untuk tampil membawa manfaat bagi lingkungan dan bangsa", paparnya. 

     

    Kemudian, Kepala Dinas P3A-KB Sidoarjo, Heni Kristiani menambahkan bahwa launching buku dengan judul  "Perempuan Pencerah Hati", rasanya kata-kata di dalamnya terasa begitu menyejukkan hati. Apalagi jika dikaitkan dengan topik kita hari ini kiprah perempuan di era digital, jelasnya

     

    Perlu kita sadari bersama, bagi para ibu dan perempuan, rumah tangga adalah sekolah pertama bagi anak-anak. Peran ibu adalah kunci utama dalam membimbing tumbuh kembang anak.

     

    Namun, peran bapak juga tidak kalah penting. Jika ayah juga terlibat aktif dalam pengasuhan, insyaa Allah anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, merasa terlindungi, saat menginjak usia remaja, paparnya


    Kita tahu bersama, kini banyak terjadi kasus kejahatan di dunia maya, serta fenomena kecanduan gawai di kalangan anak-anak. "HP saat ini seolah menjadi "tamu tak diundang" yang justru mendominasi ruang dan waktu kita. Pengaruh teknologi saat ini memang sangat kuat, bahkan seakan telah merasuk jauh ke dalam hati dan kehidupan kita sehari-hari. Oleh karena itu, kita sebagai ibu dan perempuan harus menjadi rumah yang nyaman dan menyejukkan bagi anak-anak", imbuhnya. 


    Sebelum acara usai, Heni mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas peluncuran buku antologi puisi ke-15 dari komunitas guru. "Semoga semangat berkarya dan berbagi manfaat ini senantiasa menyertai langkah kita semua, di mana pun berada", ucapnya. 


    Semoga peluncuran buku ke-16 nanti akan berjalan semakin meriah dan sukses. Sebab, perempuan harus terus berdaya, terus berkarya, dan terus menciptakan hal-hal positif demi lingkungan dan kehidupan yang lebih baik. Perempuan yang kreatif adalah harapan kita semua", pungkasnya.(nd) 


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru