![]() |
| Kegiatan Sidak Satpol PP Sidoarjo di Kawasan Tol HK, Kecamatan Jabon.(ft:ist) |
SIDOARJO||LENSA-GLOBAL.com - Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo mencapai 7.129 kasus. Penyebaran ini didominasi usia produktif, dipicu oleh perubahan pola pergaulan dan penyalahgunaan media sosial untuk prostitusi terselubung. Pemerintah setempat kini menggencarkan razia dan penyediaan layanan skrining di setiap puskesmas.
Kasus HIV/AIDS terakumulasi hingga 7.129 kasus, terdeteksi kebanyakan sekitar 70% penderita adalah laki-laki, dengan rentang usia terbanyak di angka 25–49 tahun.Wilayah sebaran diperkirakan didominasi daerah Kecamatan Krian dan Porong yang mendominasi temuan kasus tersebut. Pencegahan kini difokuskan pada tes berkala dan skrining di berbagai fasilitas kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menargetkan nol kasus baru melalui upaya kolaboratif antara Layanan Skrining dan Tes Kesehatan Gratis yang tersedia di seluruh puskesmas di 18 kecamatan se-kabupaten Sidoarjo.
Upaya ini merupakan bagian dari program nasional yang dicanangkan oleh pemerintah pusat untuk mengakhiri epidemi HIV/AIDS di seluruh Indonesia.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo akan fokus pada peningkatan sosialisasi, pencegahan serta pengobatan bagi penderita HIV/AIDS. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo kini juga menggencarkan berbagai langkah strategis menyusul status darurat penyebarannya. Penanganan ini juga perlu kolaborasi antara berbagai pihak terkait.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo berkomitmen menangani penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acqueried Immunodeficiency Syndrome (AIDS) di kabupaten Sidoarjo dengan target nol kasus baru di tahun 2030.
![]() |
Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bekerjasama dengan Satpol PP dan aparat gabungan terus melakukan razia di kawasan rawan (seperti eks Tol HK atau Gempol-Porong) untuk menekan penyakit masyarakat tersebut.
"Penanganan HIV/AIDS bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Kami akan terus meningkatkan kesadaran dan edukasi tentang HIV, menghapus stigma serta menyediakan akses pengobatan yang memadai bagi mereka yang terinfeksi", ujar Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana saat sidak di kawasan Tol HK, Kecamatan Jabon, Sabtu (4/7/2026) malam.
Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana mengatakan, tingginya angka kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Karena itu, penertiban terhadap lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat praktik berisiko akan terus dilakukan.
Mimik juga mengatakan operasi penyakit masyarakat (pekat) itu merupakan upaya pemerintah daerah menjaga ketertiban masyarakat sekaligus meminimalkan penyebaran penyakit menular di wilayah Jabon.
"Razia ini kami lakukan untuk meminimalisir penyebaran penyakit yang membahayakan masyarakat. Wilayah Jabon ini menjadi salah satu daerah dengan angka penyebaran HIV yang cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan", ujarnya.
Mengingat angka HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo masih cukup tinggi. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen melakukan penanganan secara menyeluruh melalui penertiban lokasi yang berpotensi menjadi tempat praktik prostitusi, penguatan edukasi kesehatan kepada masyarakat, pendampingan sosial bagi para pekerja yang terjaring razia, serta memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait, ucapnya.
Melalui langkah tersebut, Pemkab Sidoarjo berharap tercipta lingkungan yang lebih tertib, aman, sehat, serta mampu menekan laju penyebaran HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Sidoarjo.
"Kita butuh sinergi mulai dari desa, kecamatan, puskesmas, pengobatan klinik hingga yayasan dan organisasi masyarakat peduli HIV/AIDS untuk pencegahan dan penanggulangannya", tegasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah-sekolah sebagai upaya pencegahan sejak dini.
"Kami ingin generasi muda Sidoarjo mendapatkan informasi yang benar tentang HIV dan bagaimana cara pencegahannya. Pendidikan ini sangat penting untuk memutus rantai penyebaran HIV", tambahnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sidoarjo, Yani Setyawan mengatakan guna pencegahan dan penyebaran penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo salah satunya dengan dilakukan operasi di sejumlah cafe di wilayah Kecamatan Jabon.
Operasi tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran HIV/AIDS sekaligus menindaklanjuti arahan pimpinan, laporan masyarakat dan aspirasi DPRD kabupaten Sidoarjo.
Ia mengatakan operasi digelar difokuskan di Tol HK dinilai semakin memprihatinkan sehingga membutuhkan penanganan serius dari pemerintah daerah.
"Wilayah ini menjadi perhatian karena potensi penyebaran HIV/AIDS cukup tinggi. Karena itu kami melakukan pengambilan sampel darah terhadap lelaki usaha, pengunjung dan pemandu lagu di wilayah ini dengan melibatkan instansi kesehatan terkait. Untuk hasil pemeriksaan kesehatan sepenuhnya menjadi kewenangan dinas kesehatan. Data, maupun hasil pemeriksaan tidak akan dipublikan kepada masyarakat demi menjaga kerahasian individu", tegasnya.
Tak hanya menyasar aktivitas di dalam kafe, Satpol PP juga menyoroti keberadaan bangunan-bangunan yang diduga berdiri tanpa izin di sepanjang kawasan eks Tol Gempol-Porong.
"Ke depan kami akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR karena banyak kafe liar yang berdiri di lahan tersebut dan tidak memiliki izin," tegas Yani.
Ia memastikan operasi pekat akan terus dilakukan secara berkala sebagai upaya menciptakan ketertiban umum dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Satpol PP akan berkolaborasi dengan TNI, Polri, perangkat daerah terkait guna memperkuat upaya penegakan, ketertiban umum dan pencegahan dari berbagai potensi pelanggaran.
"Operasi seperti ini akan terus kami lakukan secara masif untuk menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman kepada masyarakat," pungkasnya.
Lebih lanjut, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, M.Kes. mengatakan langkah konkret yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo meliputi penyediaan layanan tes HIV gratis di puskesmas dan rumah sakit.
"Untuk program tahunan kami adalah per puskesmas ada mobile visite di bantu dengan yayasan secara sukarela mau diperiksa sehingga sangat membantu jumlah terdeteksinya HIV/AIDS ini", jelasnya.
Menurut Lakhsmie, dari data Dinss Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mencatat dari jumlah HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo sebanyak 7.129 kasus sebanyak 70 persen di dominasi oleh laki-laki sedangkan 30 persen sisanya perempuan. Dari jumlah tersebut, Kecamatan Krian dan Kecamatan Porong masih mendominasi banyaknya penderita HIV/AIDS, pungkasnya.(ADV/nd)








