• Jelajahi

    Copyright © Lensa Global
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan atas

    Latest Post

    Pengajian yang Digelar Ummi Peduli dengan Menghadirkan Ustadz Hanan Attaki di Masjid Agung Sidoarjo Masih Berbuntut Panjang

    Senin, 27 Juli 2026, Juli 27, 2026 WIB Last Updated 2026-07-28T05:46:23Z

     


    SIDOARJO||LENSA- GLOBAL.com – Pengajian umum menghadirkan Ustadz Hanan Attaki digelar Ummi Peduli di Masjid Agung (MA) Sidoarjo, berbuntut. Sebagian jemaah meminta kembali dana yang sudah dibayarkan kepada UP, sebagai penyelenggara giat keagamaan itu, namun belum mendapat respon positif.


    Ramainya jamaah yang meminta refund atau pengembalian dana itu terlihat pada postingan di media sosial. Banyak pula yang menyesalkan giat pengajian umum ini telah dikomersialkan pihak Ummi Peduli (UP), apalagi tanpa persetujuan dan tidak sepengetahuan pihak Takmir Masjid Agung Sidoarjo. 


    Akhirnya, giat keagamaan diisi pendakwa milineal ini pun berbuntut. Tidak hanya melahirkan sentimen negatif masyarakat, juga para jemaah ramai-ramai meminta pengembalian dana (refund) yang sudah dibayarkan kepada panitia, yakni UP.  


    “Lagian lucu panitia nih, masa masjid dipake buat bisnis. Haram. Kalau nyewa aula hotel, bayar masih dimaklumi. Atau ada kemungkinan ustadz-nya ngga tahu acaranya dikomersialkan, begitu tahu suruh refund,”. Begitu postingan di salah satu media sosial yang begitu ramai membahas giat keagamaan di Masjid Agung yang digelar berbayar oleh UP sebagai panitia penyelenggara tersebut. “Kalau aq, jangan pernah di ikhlas kan. Jualan kok ujung-ujungnya begitu,” postingan lainnya.


    Postingan lainnya menunjukkan kekesalan: “No respon semua njir. Malahan aku diblok wkwkwww. Kapok dah percaya dengan yayasannya yusuf man***r. Gongnya dibuka untuk umum dan dana direfund tp sistem ga jelas. Ga dikasi alurnya harus gimana2 hahahaha. Katanya buat infaq, tp kalo ga transparan dr awal rasanya ga iklas...berasa ditipu,--ditutup emoji tertawa.”  


    Ada juga menampilkan screenshot hasil komunikasi bersifat keluhan via WhatsApp dengan manajemen Ustadz Hanan Attaki. Jawaban gamblang,--dari awal pihak manajemen sudah memberi arahan kepada panitia (UP) bahwa giat dakwa digelar di masjid kebanggaan masyarakat Sidoarjo ini adalah gratis.  

        

    Pengajian umum itu sendiri digelar  pada Sabtu (25/7/2026) kemarin malam, dihadiri 2 ribu jamaah. Tidak ada pemberlakukan sistem barcode saat jamaah hadir di sana. Giat pengajian umum ini pun gratis diperuntukkan masyarakat umum.


    Hanya saja, sekitar sebulan sebelum hari H digelarnya giat dakwah ini, pihak UP sebagai panitia penyelenggara telah mengkomersialkan dengan menjual tiket sistem barcode melalui website dengan link pendaftaran  https://bagi.to/UHUMIPEDULI.  Panitia menawarkan pilihan tiket reguler Rp 52.000, VIP Rp 102.000 dan exclusif Rp 132.000,--semua varian pembelian tiket dikenakan plus biaya admin Rp 4.000.


    Informasinya, jumlah pembeli tiket dari berbagai varian itu sudah mencapai 1.000 jamaah, sebelum akhirnya pihak Takmir MA meminta UP menghentikan komersialisasi tersebut. Mengingat dari keputusan awal hasil rapat koordinasi, pihak takmir menegaskan bahwa pengajian di masjid harus dapat diikuti seluruh masyarakat tanpa dipungut biaya. 


    Sehingga pihak panitia diminta membatalkan kebijakan berbayar tersebut dan mengembalikan uang jamaah yang telah melakukan pembayaran. Selain itu, takmir juga meminta panitia mencabut penerapan sistem barcode sebagai syarat masuk ke area pengajian. Juga tidak boleh ada pembatasan akses bagi masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan keagamaan di masjid.


    Pihak takmir pun menegaskan bahwa hasil penjualan tiket sama sekali tidak masuk ke kas masjid,--apakah bersifat sebagai dana infak. Semuanya masuk ke panitia dari pihak UP.


    Bu Dwi dari UP mengakui bahwa setelah rapat evaluasi dengan ketakmiran, akhirnya pihaknya tidak menerapkan lagi pembayaran bagi jamaah. “Jadi pengajiannya gratis," kata saat dikonfirmasi melalui sambungan WA-nya. Saat dikonfirmasi lanjutan soal refund dana jamaah, Bu Dwi belum memberikan penjelasan.(rz) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru