![]() |
| Pemkot Surabaya, Satpol PP, Menata pedagang yang berjualan di bahu Jalan Pucang Anom Surabaya.(ft:red) |
SURABAYA||LENSA-GLOBAL.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak menata kawasan Pasar Pucang Anom untuk mengurai kemacetan sekaligus mengatasi persoalan genangan yang kerap terjadi saat hujan deras.
Penataan dilakukan menyusul kondisi Jalan Pucang Anom yang dinilai semakin padat, terutama pada pagi dan malam hari. Salah satu persoalannya adalah aktivitas pedagang kaki lima (PKL) yang menggunakan bahu jalan untuk berjualan.
Kondisi tersebut membuat ruang kendaraan semakin terbatas dan berimbas terhadap kelancaran lalu lintas.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, persoalan tersebut diketahui setelah dirinya melihat langsung kondisi lalu lintas di sekitar Pasar Pucang Anom.
“Jadi beberapa hari yang lalu saya lewat Pasar Pucang. Pagi macet, malam macet, ternyata semakin banyak orang yang jualan di bahu jalan,” kata Eri, Minggu (23/8/2026).
Menurut Eri, keberadaan PKL di bahu jalan tidak hanya mengganggu arus kendaraan, tetapi juga berpotensi merugikan pedagang yang selama ini berjualan secara resmi di dalam pasar. Karena itu, penataan dilakukan bukan untuk mematikan aktivitas ekonomi PKL, melainkan memindahkan aktivitas tersebut ke lokasi yang lebih layak.
“Jadi saya berharap di depan pasar itu tempat jualan bersih. Karena kasihan pedagang yang ada di dalam pasar,” ujarnya.
PKL Tidak Dilarang Berjualan
Eri menegaskan, pemindahan PKL dari bahu jalan bukan berarti Pemkot Surabaya melarang mereka mencari nafkah.
Pemkot justru menyiapkan lokasi alternatif di lantai dua Pasar Pucang Anom. Dengan demikian, para pedagang tetap dapat berjualan, sementara bahu jalan dikembalikan kepada fungsi utamanya sebagai ruang lalu lintas.
“PKL diminta pindah dari bahu jalan bukan berarti mereka tidak boleh berjualan. Mereka boleh berjualan, tapi di tempat yang sesuai,” tegasnya.
Ia berharap relokasi tersebut tidak menghilangkan pembeli dan pendapatan para pedagang. Pemkot, kata Eri, akan berupaya agar aktivitas perdagangan di lantai dua tetap hidup.
“Doakan pedagang yang kami pindah di lantai dua tetap ramai seperti biasanya,” katanya.
Menurutnya, penataan harus memberikan manfaat bagi semua pihak. Pedagang di dalam pasar terlindungi, PKL tetap memiliki ruang usaha, sedangkan masyarakat memperoleh akses jalan yang lebih lancar.
Saluran Air Dibongkar dan Dikeruk
Selain persoalan PKL, Pemkot Surabaya juga membenahi sistem drainase di kawasan tersebut. Genangan yang muncul ketika hujan deras menjadi persoalan lain yang turut memperparah kondisi lalu lintas.
Eri mengatakan saluran air di kawasan Pasar Pucang Anom sudah lama sulit dibersihkan karena sebagian area di atasnya digunakan untuk aktivitas berjualan.
“Karena di sini kemarin juga ada genangan air pada waktu hujan deras. Teman-teman Pemkot sudah saya minta keruk. Nanti akan kita bongkar semua salurannya mulai dari ujung sampai ujung,” ungkapnya.
Pengerukan dilakukan untuk mengangkat endapan lumpur yang menghambat aliran air. Pemkot juga menyiapkan alat berat berupa ekskavator untuk mempercepat proses normalisasi saluran.
“Saluran ini sudah lama tidak bisa dikeruk karena dibuat jualan. Maka ini dibersihkan. Nanti dibongkar semuanya, kita pakai ekskavator untuk mengambil endapan lumpurnya,” jelas Eri.
Setelah saluran dibersihkan, kawasan tersebut akan kembali ditata. Area di atas saluran akan diperbaiki dan diaspal sehingga dapat mendukung fungsi jalan dan bahu jalan.
Parkir Juga Ditertibkan
Pemkot Surabaya juga akan mengatur ulang pola parkir kendaraan di kawasan Pasar Pucang Anom. Parkir nantinya hanya diperbolehkan pada satu sisi jalan, sementara sisi lainnya harus bebas dari kendaraan yang parkir.
“Parkir hanya satu sisi di depannya. Satu sisi tidak boleh ada parkir karena bikin macet. Jadi itu yang kita lakukan,” tegas Eri.
Penataan kawasan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya mencari solusi menyeluruh. Kemacetan tidak hanya diselesaikan dengan mengatur kendaraan, tetapi juga dengan mengembalikan fungsi bahu jalan, menata aktivitas perdagangan dan memperbaiki saluran air.
Eri berharap setelah seluruh proses penataan selesai, kawasan Pucang Anom tidak lagi menjadi titik kemacetan maupun genangan.
“Semoga setelah ini Jalan Pucang tidak macet, yang kedua tampak rapi, yang ketiga tidak ada genangan, dan yang keempat pedagang yang ada di dalam pasar merasa bahwa mereka juga terlindungi,” pungkasnya.(ham)







