SURABAYA||LENSA-GLOBAL.com — Ekspansi layanan perbankan Jawa Timur ke Kalimantan Timur membuka peluang baru bagi penguatan kerja sama ekonomi antardaerah. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan kantor Bank Jatim Cabang Balikpapan di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 355, Kota Balikpapan, Jumat (9/10/2026).
Peresmian tersebut dilakukan bersama Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, didampingi Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo dan Komisaris Utama Independen Bank Jatim Adi Sulistyowati.
Khofifah menegaskan, pembukaan kantor cabang ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi ekonomi dan bisnis antara Jawa Timur dan Kalimantan Timur. Kehadiran Bank Jatim di Balikpapan juga diharapkan memperluas jangkauan sekaligus mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat dan pelaku usaha.
“Peran Bank Jatim di Balikpapan ini bisa menjadi bagian dari penguatan kerja sama antardua provinsi dan pada akhirnya akan memberikan penguatan pada ekonomi secara nasional,” kata Khofifah.
Menurutnya, Balikpapan memiliki posisi strategis dalam mendukung konektivitas perdagangan dan kegiatan usaha di kawasan Kalimantan. Potensi tersebut semakin relevan karena Balikpapan berada dekat dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), yang diperkirakan mengalami perkembangan ekonomi signifikan dalam 10 hingga 15 tahun mendatang.
Selain mempertimbangkan potensi ekonomi kawasan, pembukaan cabang ini juga menindaklanjuti aspirasi paguyuban masyarakat Kalimantan Timur asal Jawa Timur. Aspirasi tersebut sebelumnya disampaikan dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur–Kalimantan Timur pada 2024.
“Ini juga merupakan tindak lanjut dari apa yang menjadi inspirasi, masukan, aspirasi paguyuban masyarakat Kalimantan Timur asal Jawa Timur yang disampaikan pada saat Misi Dagang dan Investasi Jatim dan Kaltim pada tahun 2024 yang lalu,” ujarnya.
Khofifah menambahkan, rencana pembukaan kantor cabang tersebut telah melalui proses uji kelayakan atau feasibility oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Ia juga membuka peluang kerja sama pembiayaan berskala besar melalui konsorsium yang melibatkan Bank Jatim, bank-bank milik negara atau Himbara, serta perbankan swasta. Skema tersebut dinilai dapat menjadi pilihan untuk mendukung berbagai potensi ekonomi dan kebutuhan pembangunan di Kalimantan Timur.
“Kalau ada potensi-potensi yang bisa kita maksimalkan dalam skala besar seperti yang tadi Bapak Gubernur Kaltim sampaikan, rasanya memang butuh konsorsium,” tuturnya.
UMKM Lokal Didorong Naik Kelas
Di balik ekspansi perbankan tersebut, Khofifah menekankan pentingnya keberpihakan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, keberadaan Bank Jatim di Balikpapan tidak cukup hanya memperluas jaringan layanan, tetapi juga harus mampu membuka akses pembiayaan dan fasilitasi usaha bagi pelaku ekonomi lokal.
Ia meminta Bank Jatim mengidentifikasi kebutuhan sektor usaha secara lebih terperinci agar dukungan yang diberikan tepat sasaran dan menghasilkan dampak nyata.
“Bagaimana penguatan ekonomi dan fasilitasi yang dimungkinkan bisa kita lakukan melalui Bank Jatim untuk men-support UKM di Balikpapan. Niatkan ini bagian dari upaya peningkatan UMKM Kaltim supaya naik kelas. Naik kelas ini harus kita dorong bersama, ditingkatkan bersama, disiapkan tangganya secara bersama-sama,” katanya.
Pesan tersebut menempatkan UMKM sebagai salah satu sasaran penting dalam perluasan layanan Bank Jatim. Akses perbankan diharapkan dapat membantu pelaku usaha memperkuat permodalan, meningkatkan kapasitas bisnis, dan memperluas pasar.
Khofifah juga meminta karyawan Bank Jatim atau yang dikenal dengan sebutan Jatimers ikut mengenalkan program dan layanan kantor cabang Balikpapan kepada masyarakat. Sebagai cabang ke-50 Bank Jatim, keberadaan kantor tersebut membutuhkan sosialisasi agar semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh calon nasabah.
“Bank Jatim ini butuh banyak speaker, butuh banyak proses untuk mengenalkan dan mengetahui program-program apa yang ada di Bank Jatim,” pesannya.
Kaltim Sambut Ekspansi Bank Jatim
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyatakan dukungan pemerintah provinsi atas pembukaan Bank Jatim Cabang Balikpapan. Ia menilai kehadiran bank tersebut merupakan bentuk kepercayaan Jawa Timur untuk turut berkontribusi dalam pembangunan dan aktivitas ekonomi di Kalimantan Timur.
Rudy berharap Bank Jatim mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat sekaligus tumbuh bersama perkembangan perekonomian daerah.
“Selamat atas grand opening Bank Jatim Kantor Cabang Balikpapan. Semoga sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Jawa Timur, Bank Jatim, Pemerintah Kota Balikpapan, dan para pelaku ekonomi dapat terus diperkuat dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Kalimantan Timur, khususnya Kota Balikpapan,” kata Rudy.
Pembukaan kantor cabang ini menjadi langkah perluasan jangkauan Bank Jatim di luar Jawa Timur. Namun, ukuran keberhasilannya pada akhirnya tidak hanya terletak pada bertambahnya jaringan kantor, melainkan juga pada kemampuan menghadirkan layanan yang dibutuhkan masyarakat, memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, serta membangun kerja sama ekonomi yang memberikan manfaat bagi kedua daerah.
Dengan potensi Balikpapan sebagai pusat kegiatan usaha dan kedekatannya dengan IKN, kolaborasi antardaerah tersebut diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru. Tantangannya adalah memastikan peluang itu dapat dijangkau pelaku usaha lokal dan diterjemahkan menjadi kegiatan ekonomi yang produktif serta berkelanjutan.(ham)









