![]() |
SIDOARJO||LENSA-GLOBAL.com - Pada hari Sabtu pagi (4/4/2036), Ketua DPRD kabupaten Sidoarjo, Abdillah Nasih berkunjung ke Wisata Sumber Air Panas Wong Pulungan, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.
Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Abdillah Nasih, hadir secara khusus untuk meninjau langsung pengelolaan potensi desa yang tengah naik daun tersebut.
Kunjungan ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk memperkaya referensi serta melengkapi data terkait pengembangan pariwisata berbasis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Abah Nasih-sapaan akrabnya- mengakui bahwa selama ini ia hanya memantau kepopuleran destinasi ini melalui jagat maya atau media sosial, ucapnya.
Kemudian kunjungan dilanjutkan membahas dan mengupas tuntas perjalanan panjang wisata tersebut, mulai dari aspek sejarah, teknis pembangunan, manajemen pengelolaan, hingga strategi dalam menghadapi berbagai kendala lapangan di Pendopo Arcopodo.
Selama kurang lebih dua jam, diskusi hangat terjalin antara Ketua DPRD Sidoarjo dengan jajaran Pemerintah Desa Kepulungan. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Kepulungan, Sekretaris Desa, Ketua BUMDes, dan Pendamping Desa Kecamatan Gempol.
Ditengah-tengah diskusi Abah Nasih-sapaan akrabnya-tak segan melontarkan pujian atas keberanian Pemdes Kepulungan dalam mengeksplorasi kekayaan alamnya. Ia menilai semangat "jatuh bangun" pengelola dalam membangun inovasi ini patut dicontoh, jelasnya.
Dalam kunjungan perdananya, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini sempat terkejut dengan aksesibilitas lokasi yang sangat strategis.
"Perdana saya hadir di air panas ini. Selama ini cuma pernah dengar dan lihat di medsos saja. Lokasinya enol jalan ternyata ya," ujarnya.
Usai berdialog, rombongan diarahkan untuk meninjau fasilitas utama. Ketua DPRD kabupaten Sidoarjo ini berkesempatan melihat langsung peninggalan Cagar Budaya, dan pusat Sumber Air Panas.
Sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan, pihak Pemdes Kepulungan menyerahkan produk unggulan UMKM setempat, yakni Batik Khas Kepulungan dan kaos wisata transit sumber air panas.
Menutup kunjungannya, Abdillah Nasih menekankan pentingnya orisinalitas dalam membangun usaha desa.
"Kunjungan ini sangat bermanfaat untuk pengembangan BUMDes di Sidoarjo. Karena lini usaha tak harus latah meniru daerah lain, tapi bagaimana memaksimalkan potensi unik yang dimiliki desa tersebut," pungkasnya.(nd/*)







