• Jelajahi

    Copyright © Lensa Global
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan atas

    Latest Post

    OJK Jatim: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Jatim Tetap Terjaga Meski Maret 2026 Terjadi Tekanan Inflasi

    Senin, 25 Mei 2026, Mei 25, 2026 WIB Last Updated 2026-05-25T11:49:51Z

     


    SURABAYA||LENSA-GLOBAL.com -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur (Jatim) mencatat bahwa kinerja sektor jasa keuangan di Provinsi Jawa Timur hingga awal tahun 2026 tetap terjaga dan menunjukkan resiliensi di tengah meningkatnya dinamika perekonomian.


    Stabilitas sektor jasa keuangan tersebut tetap berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, meskipun dihadapkan pada tekanan inflasi yang meningkat pada awal tahun 2026, ucap Kepala OJK Jatim, Yunita Anita Sari, Kamis (15/5/2026). 


    Menurut Yunita, di sisi makroekonomi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, perkembangan inflasi menunjukkan adanya peningkatan tekanan pada awal tahun 2026. Inflasi Jawa Timur pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,88 persen (year on year/yoy), meningkat signifikan dibandingkan inflasi akhir tahun 2025 yang masih berada pada kisaran 2,93 persen (yoy). Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas pangan strategis, tarif energi, serta komoditas nonpangan seperti emas perhiasan, ungkapnya. 


    Namun demikian, pada Maret 2026 inflasi Jawa Timur tercatat mulai melandai menjadi sebesar 3,79 persen (yoy), meskipun masih berada di atas titik tengah sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 ± 1 persen. Secara bulanan, inflasi Maret 2026 tetap terjadi seiring meningkatnya permintaan masyarakat selama periode Ramadan, khususnya pada kelompok makanan, minuman, dan transportasi, ujarnya. 


    Masih menurut Yunita Anita Sari, tekanan inflasi pada awal tahun 2026 terutama bersumber dari komoditas pangan bergejolak (volatile food), seperti cabai dan daging, serta komponen administered prices dan komoditas dengan bobot besar seperti emas. Selain itu, peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional turut mendorong inflasi pada kelompok transportasi, imbuhnya. 


    Ia mengatakan di tengah kondisi tersebut, sektor jasa keuangan di Jawa Timur tetap mampu menjalankan fungsi intermediasi secara optimal dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha. Hal ini menjadi penting mengingat meningkatnya tekanan inflasi pada awal tahun 2026 yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi secara umum. 


    Dengan demikian, kinerja sektor jasa keuangan Jawa Timur pada awal tahun 2026 menunjukkan kondisi yang tetap kuat dan adaptif, serta diharapkan terus mendukung stabilitas sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan di tengah tantangan eksternal maupun domestik, pungkasnya.(nd/*) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru