SIDOARJO||LENSA-GLOBAL.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sidoarjo menggelar rapat paripurna rapat ke-2 Masa Persidangan ke-1 Tahun Sidang 2026 pada hari Rabu (9/9/2026) di ruang rapat paripurna DPRD Sidoarjo.
Rapat paripurna dipimipin Ketus DPRD Sidoarjo, H. Abdillah Nasih dengan dihadiri 31 anggota dewan DPRD Sidoarjo dan tampan hadir pula Wabup Sidoarjo, Mimik Idayanan beserta jajarannya.
Adapun agenda rapat paripurna yakni penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Raperda Perubahan APBD Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026.
Mengawali acara, Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih mengucapkan belas sungkawa dan keprihatinan yang mendalam atas musibah erupsi Gunung Anak Krakatau dan gunung aktif lainnya di Indonesia.
"Mari kita berdoa agar korban diberi ketabahan, penanganan berjalan lancar, dan situasi segera pulih aman", ucapnya.
Kemudian dilanjutkan penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Sidoarjo. Namun, sebelum dibacakan semua fraksi DPRD Sidoarjo, Abah Nasih-sapaan akrabnya-menawarkan ke forum. Apakah penyampaian pandangan umum fraksi- fraksi ini dibacakan semua fraksi atau diwakilkan? Serentak dijawab oleh anggota dewan DPRD Sidoarjo dengan dijawab diwakilkan oleh fraksi partai PDIP DPRD Sidoarjo.
Selanjutnya, juru bicara fraksi PDIP DPRD Sidoarjo, Prabata Ferdiansyah menyampaikan bahwa penyampaian ini dilakukan karena perkembangan tidak sesuai asumsi kebijakan awal, adanya pergeseran antar organisasi/kegiatan/belanja, serta penggunaan sisa lebih tahun sebelumnya, antara lain:
1. Bidang Demokrasi & Generasi Muda
- Pendidikan politik bagi Gen Z dianggap investasi penting untuk kepemimpinan masa depan yang cerdas, peduli, berintegritas.
- Usulan: kenaikan bantuan keuangan (banpol) bagi partai politik.
2. Transparansi Fiskal & PAD
- Dukung transparansi dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) lewat digitalisasi pajak.
- Minta: penambahan perangkat EDC & sistem perekam transaksi terintegrasi di seluruh usaha horeka (hotel, restoran, kafe).
- Tujuannya: agar Pajak Barang & Jasa (PBJT) tercatat real-time dan langsung masuk kas daerah.
3. Sektor Pendidikan
- Catatan: Dinas Pendidikan mendapat tambahan anggaran cukup besar, namun banyak pekerjaan rehabilitasi sekolah terlambat & kualitasnya kurang baik.
- Permintaan: akselerasi komunikasi & kerja sama Dinas Pendidikan dengan Kementerian Pendidikan Dasar & Menengah untuk memperbaiki kondisi sekolah.
4. Data & Bantuan Sosial Tepat Sasaran
- Menyoroti keresahan masyarakat: ketidaksesuaian data status desil di sistem dengan kondisi ekonomi nyata warga.
- Memahami: penetapan data desil/DTSen wewenang Pusat (Kemensos & BPS), Dinas Sosial hanya verifikator/pengusul.
5. Dorongan ke Pemda:
- Buka posko pengaduan di setiap desa/kelurahan
- Turunkan tim survei langsung mencocokkan data & kenyataan lapangan
- Perbaiki data secara transparan agar bansos kembali tepat sasaran
Kemudian, Abah Nasih mengatakan dengan telah disampaikan pandangan umum fraksi. Rapat Paripurna DPRD Sidoarjo (Rapat ke-2 Masa Persidangan ke-1 Tahun Sidang 2026). menyatakan ditutup.(nda)








