• Jelajahi

    Copyright © Lensa Global
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan atas

    Latest Post

    Kinerja Arus Petikemas TPS Tetap Positif, Selaras Pelaksanaan Program Transformasi

    Selasa, 19 Mei 2026, Mei 19, 2026 WIB Last Updated 2026-05-20T03:39:21Z



    SURABAYA||LENSA-GLOBAL.com – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatatkan tren positif pada kinerja operasional bulanan. Pada bulan April 2026, arus peti kemas di anak usaha Subholding Pelindo Terminal Petikemas ini tetap  tumbuh 4,31% secara bulanan (month-on-month).

    Volume peti kemas tercatat meningkat dari 114 ribu Twenty-foot Equivalent Units (TEUs) pada Maret 2026 menjadi 119 ribu TEUs di bulan April. Performa positif ini didorong oleh dominasi peti kemas internasional yang menyumbang 116 ribu TEUs, sementara lini domestik berkontribusi sebesar 3 ribu TEUs.

    Dari sektor perdagangan internasional, performa ekspor-impor TPS sepanjang April juga menunjukkan geliat yang sehat. Arus ekspor naik 3,64% menjadi 57 ribu TEUs, sedangkan volume impor meningkat hingga 9,25%dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 59 ribu TEUs.

    Resilience di Tengah Dinamika Logistik global, Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menegaskan bahwa pertumbuhan di bulan April ini bukan semata mencerminkan ketangguhan operasional TPS dalam merespon kepercayaan Pelanggan dan Pemangku Kepentingan, di tengah berbagai tantangan termasuk kondisi ekonomi global termasuk dinamika penyesuaian operasional sebagai strategi yang harus dilaksanakan sepanjang program transformasi melalui peremajaan alat untuk kemudian rebound dengan kinerja yang lebih optimal.

    "Pertumbuhan arus peti kemas pada April 2026 secara month-on-month menunjukkan bahwa kinerja operasional TPS tetap resilience. Kenaikan aktivitas ekspor dan impor ini mencerminkan adanya perbaikan pada aktivitas perdagangan serta komunikasi dengan semua pihak yang terjalin harmonis" ujar Erika dalam keterangannya.

    Meski mencatatkan hasil positif secara bulanan, tantangan penyesuaian pasar masih membayangi performa tahunan (year-on-year). Sepanjang periode Januari–April 2026, total arus peti kemas (ekspor dan impor) terkoreksi sebesar 5,5% menjadi 472 ribu TEUs, dari periode yang sama tahun lalu sebesar 498 ribu TEUs.

    Erika menjelaskan, koreksi tahunan ini disebabkan oleh faktor unbalancing atau ketidakseimbangan antara volume kargo dan ship’s call kapal. Hal ini terjadi karena jadwal layanan pelayaran tetap dipertahankan, namun volume kargo di pasar belum tumbuh secepat kapasitas angkut kapal yang tersedia.

    Meski demikian, gairah kunjungan kapal internasional ke TPS tetap meningkat sebesar 0,59%, yakni dari 335 kunjungan pada awal tahun lalu menjadi 337 kunjungan pada empat bulan pertama tahun ini.

    Saat ini TPS sedang melaksanakan proses transformasi operasional secara bertahap seiring dengan kedatangan dan pengoperasian peralatan baru, antara lain 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) dan 4 unit Electric Container Crane (E-CC).

    Transformasi ini diiringi dengan berbagai penyesuaian operasional guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi layanan. Langkah step up ini merupakan komitmen TPS untuk terus memberikan layanan yang prima dan handal kepada seluruh Pengguna Jasa di tengah dinamika industri logistik. 

    TPS juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan dari seluruh pelanggan dan pemangku kepentingan yang tetap setia menjaga dan mendukung kelancaran implementasi program transformasi ini.

    Layanan Diapresiasi Asosiasi Pelayaran, Kuasai 83% Pangsa Pasar Kualitas layanan TPS yang konsisten mendapat acungan jempol dari para pelaku industri, salah satunya dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Surabaya.

    Sekretaris DPC INSA Surabaya, Dwi Agus, mengapresiasi efisiensi operasional yang dihadirkan TPS di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak.
    "Berbagai perbaikan yang dilakukan TPS selama ini telah memberikan dampak positif bagi efisiensi dan kepastian layanan bagi perusahaan pelayaran. Kami berharap TPS dapat terus memperkuat kolaborasi untuk mendukung kelancaran rantai pasok," kata Dwi Agus.

    Komitmen TPS dalam menggenjot produktivitas dibuktikan lewat angka riil. Sepanjang dua bulan pertama tahun 2026, rata-rata kinerja bongkar muat TPS sukses mencapai 50 box/ship/hour. Angka ini melampaui standar minimum yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan melalui KSOP Utama Tanjung Perak, yakni sebesar 48 box/ship/hour.

    Dengan kinerja tersebut, TPS tetap dapat mempertahankan dominasi dengan menguasai 83% pangsa pasar (market share) peti kemas internasional di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.(nd/*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru