• Jelajahi

    Copyright © Lensa Global
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan atas

    Latest Post

    Command Center 112 Surabaya Dituntut Gerak Cepat, Target Respons Dipangkas Jadi 7 Menit

    Jumat, 11 September 2026, September 11, 2026 WIB Last Updated 2026-09-11T07:49:04Z

    Salah satu petugas dari Satpol PP Kota Surabaya, sedang memberi layanan Command Center 112 sebagai pusat koordinasi pelayanan masyarakat.(ft:red)


    SURABAYA||LENSA-GLOBAL.com  – Kecepatan menjadi ukuran penting dalam pelayanan kegawatdaruratan masyarakat. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat Command Center 112 agar laporan warga tidak berhenti sebagai informasi, tetapi segera diterjemahkan menjadi tindakan di lapangan.

    Layanan yang dibentuk sejak 26 Juli 2016 itu kini dikembangkan sebagai pusat koordinasi yang menghubungkan laporan masyarakat dengan perangkat daerah (PD), pos terpadu, tenaga medis hingga rumah sakit.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Irvan Widyanto, mengatakan filosofi utama Command Center 112 adalah memperpendek jarak antara warga yang membutuhkan bantuan dengan pemerintah.

    “Filosofinya sederhana, ketika warga membutuhkan bantuan, kami harus bisa merespons secepat mungkin sehingga warga merasa terlayani dengan baik,” kata Irvan, Jumat (11/9/2026).

    Menurut Irvan, sistem tersebut tidak hanya menerima laporan. Setiap informasi yang masuk harus melalui asesmen untuk menentukan perangkat daerah maupun petugas yang memiliki kewenangan melakukan penanganan.

    Cakupan laporan juga cukup luas, mulai kegawatdaruratan medis, kebakaran, bencana, gangguan ketenteraman dan ketertiban, hingga persoalan lingkungan.

    Target Respons Dipangkas
    Pemkot Surabaya terus meningkatkan standar waktu respons Command Center 112. Jika pada awal layanan target respons ditetapkan 10 menit, kini target tersebut dipangkas menjadi maksimal tujuh menit.

    Khusus penanganan kebakaran, waktu respons ditargetkan sekitar 6,5 menit.

    Target tersebut tentu membutuhkan dukungan kesiapan personel dan posisi petugas yang mampu menjangkau lokasi kejadian secepat mungkin. Karena itu, jumlah pos terpadu terus ditambah.

    “Surabaya ini kota besar, ketika beberapa kejadian terjadi bersamaan, kami harus mengatur skala prioritas, melihat lokasi kejadian, dan menentukan pos terpadu yang paling dekat agar waktu respons tetap bisa dicapai,” ujarnya.

    Jumlah pos terpadu yang sebelumnya tujuh kini bertambah menjadi 10 pos dan ditargetkan mencapai 13 pos.

    Penambahan pos tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkot untuk mengurangi waktu tempuh petugas ketika terjadi keadaan darurat di lokasi yang berbeda secara bersamaan.

    Ambulans dan Rumah Sakit Ikut Diperkuat

    Penguatan Command Center 112 juga diarahkan pada penanganan kegawatdaruratan medis.
    Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), Pemkot Surabaya menyiapkan dukungan ambulans dari puskesmas. Langkah tersebut dibutuhkan untuk memperkuat respons ketika terjadi beberapa kejadian medis dalam waktu bersamaan.

    Komunikasi dengan rumah sakit di Surabaya juga terus dibangun agar pasien dapat diarahkan ke fasilitas kesehatan yang paling dekat sekaligus memungkinkan menerima penanganan.

    “Komunikasi dengan rumah sakit di Kota Surabaya juga terus dibangun agar pasien dapat diarahkan ke fasilitas kesehatan yang paling dekat dan memungkinkan menerima penanganan,” ungkap Irvan.

    Dengan pola tersebut, penanganan tidak hanya berbicara mengenai seberapa cepat petugas tiba di lokasi, tetapi juga bagaimana warga yang membutuhkan pertolongan dapat segera mendapatkan layanan lanjutan.

    Laporan Warga Tidak Langsung Ditelan Mentah

    Di balik kecepatan respons, Command Center 112 juga menghadapi tantangan lain, yakni memastikan informasi yang masuk benar-benar menggambarkan kondisi di lapangan.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti, mengatakan teknologi menjadi salah satu instrumen untuk membantu petugas melakukan verifikasi laporan.

    Salah satunya melalui jaringan CCTV yang tersebar di berbagai wilayah Kota Surabaya.

    Saat ini terdapat hampir 4.000 titik CCTV. Dari jumlah tersebut, 222 titik dipantau secara langsung melalui ruang CCTV Command Center 112. Kamera di lokasi lain dapat diakses ketika terjadi peristiwa yang membutuhkan pemantauan.

    “CCTV sangat membantu, terutama untuk kejadian yang membutuhkan respons cepat dan informasi yang akurat. Ketika ada laporan, kami bisa melihat titik terdekat untuk membantu memastikan kondisi di lapangan,” jelas Linda.

    Dengan dukungan CCTV, petugas dapat memperoleh gambaran awal sebelum menentukan bentuk penanganan dan sumber daya yang perlu dikerahkan.

    Namun, verifikasi tetap dilakukan meskipun informasi yang diterima kemudian diketahui tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi sebenarnya.

    Linda menyebut laporan yang setelah diverifikasi ternyata tidak sesuai kondisi lapangan relatif kecil, yakni kurang dari lima persen.
    Meski demikian, angka tersebut tidak menjadi alasan untuk mengabaikan laporan warga.

    “Laporan tidak dapat begitu saja diabaikan hanya karena dicurigai sebagai laporan palsu. Setiap informasi tetap perlu diverifikasi agar tidak terjadi kesalahan yang justru merugikan warga yang benar-benar membutuhkan pertolongan,” pungkasnya.

    WhatsApp Dibuka untuk Memperluas Akses

    Selain melalui sambungan 112, Pemkot Surabaya juga menyediakan kanal WhatsApp di nomor 081131112112.
    Warga dapat menyampaikan laporan sekaligus mengirimkan foto dan titik lokasi. Informasi tersebut menjadi data awal bagi petugas untuk melakukan asesmen dan menentukan perangkat daerah atau sumber daya yang harus diterjunkan.

    “Ketika warga menghubungi 112, artinya mereka membutuhkan bantuan. Selanjutnya kami melakukan asesmen dan menentukan bentuk penanganan yang sesuai,” ujar Irvan.

    Ia menegaskan pelayanan tetap diberikan kepada masyarakat, termasuk warga di kawasan perbatasan yang masih berada dalam jangkauan layanan.

    “Kemanusiaan di atas segalanya. Jadi, jangan ragu menghubungi 112 ketika membutuhkan bantuan. Kami memastikan setiap laporan akan kami upayakan untuk dilayani dan ditindaklanjuti,” tegasnya.

    Dengan target respons maksimal tujuh menit, penambahan pos terpadu, dukungan ambulans, jaringan CCTV dan mekanisme verifikasi laporan, Command Center 112 kini menghadapi tuntutan yang semakin besar: bukan sekadar cepat menerima telepon warga, tetapi memastikan kecepatan tersebut benar-benar berujung pada pertolongan di lapangan.(ham)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru