• Jelajahi

    Copyright © Lensa Global
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan atas

    Latest Post

    Taman Kota Surabaya Terus Dibenahi, Sejumlah Fasilitas Masih Jadi Catatan Warga

    Jumat, 11 September 2026, September 11, 2026 WIB Last Updated 2026-09-11T07:43:07Z

    Kepala DLH Kota Surabaya, Fikser terjun ke lokasi taman, dan berdialog dengan pengunjung

    SURABAYA||LENSA-GLOBAL.com – Pembenahan taman kota di Surabaya terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Namun, evaluasi di sejumlah ruang terbuka publik masih menemukan berbagai kebutuhan yang harus diselesaikan, mulai dari penerangan, fasilitas bermain anak, toilet, tempat duduk, kebersihan hingga persoalan kabel fiber optik yang masuk ke area aktivitas warga.

    Kondisi tersebut menjadi perhatian karena taman kota bukan hanya berfungsi sebagai ruang hijau, tetapi telah berkembang menjadi ruang publik yang digunakan masyarakat untuk bermain, berolahraga, berkumpul hingga melakukan berbagai kegiatan sosial.

    Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus melakukan evaluasi terhadap progres penambahan dan perbaikan fasilitas taman.

    “Sejumlah kekurangan, seperti lampu taman, tanaman yang layu, area bermain anak, kebersihan kamar mandi, hingga tempat sampah, terus dibenahi secara bertahap,” ujar Eri, Jumat (11/9/2026).

    Menurut Eri, pembenahan tersebut diarahkan agar taman benar-benar menjadi ruang publik yang nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.

    “Memang masih ada beberapa fasilitas yang perlu diperbaiki. Intinya, Pemkot Surabaya ingin taman-taman ini menjadi ruang publik yang nyaman, sehingga orang tua dapat mengajak anak-anak bermain, sementara anak-anak muda bisa berkumpul dan berdiskusi bersama,” tuturnya.

    Namun, pembenahan fasilitas taman juga membutuhkan pengawasan secara berkelanjutan. Sebab, kebutuhan di lapangan tidak selalu berhenti pada pembangunan fisik. Masukan dari warga pengguna taman justru menjadi salah satu indikator untuk melihat apakah fasilitas yang tersedia benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

    Warga Ikut Menunjukkan Persoalan di Lapangan

    Kepala DLH Kota Surabaya M Fikser mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan langsung di sejumlah taman, di antaranya Taman Prestasi, Taman Apsari dan Taman Bungkul.

    Menurut Fikser, pekerjaan yang sebelumnya masih berlangsung, termasuk jogging track, secara umum telah diselesaikan. Meski demikian, sejumlah fasilitas yang baru ditanam atau dipasang masih membutuhkan proses agar dapat berfungsi secara maksimal.

    “Karena memang baru ditanam, jadi memang perlu proses. Tapi secara keseluruhan sudah selesai,” katanya.

    Pengecekan juga menyasar fasilitas permainan anak. DLH masih menemukan bagian yang membutuhkan penyempurnaan, terutama desain lantai di sekitar fasilitas permainan.

    Di Taman Prestasi, masukan warga mengarah pada persoalan penerangan. Warga berharap area permainan anak mendapat pencahayaan yang memadai sehingga orang tua lebih mudah melakukan pengawasan.

    “Kita sempat diskusi dengan mereka, anak-anak, warga, ibu-ibu. Mereka ada masukan yang bagus. Kalau yang di Taman Prestasi, tempat mainan itu perlu penerangan, sehingga orang tua bisa memantaunya lebih jelas,” ungkap Fikser.

    Masukan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan fasilitas saja belum cukup. Aspek keamanan dan kenyamanan pengguna juga menjadi bagian penting dari kualitas ruang publik.

    Taman Apsari Butuh Toilet dan Tempat Duduk

    Di Taman Apsari, DLH menemukan aktivitas masyarakat yang cukup beragam. Warga memanfaatkan taman tersebut untuk kegiatan sosial hingga olahraga.

    “Kami juga diskusi dengan warga di sana. Ternyata warga di sana sering pakai untuk arisan dan anak-anak muda beraktivitas olahraga,” terang Fikser.

    Namun, tingginya pemanfaatan taman juga memunculkan kebutuhan fasilitas pendukung. Salah satunya toilet.

    “Mereka happy, mereka juga menanyakan apa ada toilet. Kami akan bangun toilet di sana untuk pengunjung. Tapi mereka minta tambah beberapa kursi duduk buat mereka,” kata Fikser.

    Artinya, ketika taman semakin aktif digunakan masyarakat, fasilitas pendukung juga harus mengikuti perkembangan kebutuhan pengguna.



    Sementara itu, persoalan berbeda ditemukan di Taman Ekspresi. Laporan masyarakat yang masuk melalui hotline Wali Kota berkaitan dengan kabel fiber optik yang menjuntai ke bawah hingga mengarah ke area aktivitas warga.

    “Di Taman Ekspresi ada laporan yang memang masuk ke hotline-nya Pak Wali Kota terkait dengan kabel fiber optik yang menjulang ke bawah. Jadi mengganggu aktivitas warga karena berbahaya sampai ke area bermain,” jelas Fikser.

    Persoalan tersebut menjadi catatan tersendiri dalam pengelolaan ruang publik. Selain memastikan taman bersih dan fasilitas bermain layak, pemerintah juga dituntut memastikan tidak terdapat sarana atau utilitas lain yang berpotensi mengganggu keselamatan masyarakat.

    Di Taman Bungkul, perhatian DLH diarahkan pada fasilitas kamar mandi yang sebelumnya menjadi salah satu titik evaluasi.

    “Taman Bungkul kita lihat di kamar mandi. Kemarin itu menjadi titik beratnya di kamar mandi,” ujar Fikser.

    Bukan Sekadar Membangun, Tetapi Menjaga

    Pemkot Surabaya menyatakan pembenahan taman dilakukan secara bertahap. Di sisi lain, keberlangsungan fasilitas tersebut sangat bergantung pada pemeliharaan dan perilaku masyarakat.

    Eri meminta warga ikut menjaga kebersihan dan fasilitas taman yang telah disediakan pemerintah.
    “Saya juga meminta tolong kepada warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan taman,” pesannya.

    Fikser juga mengajak masyarakat menjaga seluruh taman kota, termasuk tidak merokok di kawasan taman yang banyak digunakan anak-anak.

    “Buat warga Surabaya, pemerintah kota sudah menyiapkan ruang terbuka, tempat permainan, taman yang bagus buat warga kota. Ayo kita jaga sama-sama kebersihan,” ujarnya.

    Pembenahan taman akhirnya tidak hanya menjadi pekerjaan pemerintah. Ketika ruang publik semakin banyak digunakan warga, kebutuhan terhadap fasilitas yang aman, bersih dan memadai juga semakin besar.

    Karena itu, ukuran keberhasilan pengelolaan taman bukan semata-mata berapa banyak fasilitas yang dibangun, tetapi sejauh mana fasilitas tersebut benar-benar dapat digunakan masyarakat secara aman, nyaman dan berkelanjutan.(ham)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru