Kepala Dinas Kesehatan kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, diwawancarai awak Media, Minggu, 13/9/2026.(ft:red)
SURABAYA||LENSA-GLOBAL.com – Perubahan cuaca mulai ikut memengaruhi kondisi kesehatan warga Surabaya. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mengakui adanya sedikit peningkatan kasus demam dan influenza dalam beberapa waktu terakhir.
Namun di tengah kenaikan kasus tersebut, muncul informasi di media sosial yang menyebut rumah sakit di Surabaya penuh akibat lonjakan pasien demam dan influenza tipe A. Informasi itu menjadi perhatian karena berpotensi memicu kekhawatiran masyarakat jika tidak disertai data dan sumber yang jelas.
Kepala Dinkes Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, memastikan kondisi pelayanan kesehatan di Surabaya masih berjalan normal. Ia menyebut peningkatan kasus yang terjadi masih dalam batas wajar.
“Memang dalam beberapa waktu terakhir ada sedikit peningkatan kasus demam. Kondisi ini masih tergolong wajar dan dapat terjadi seiring perubahan cuaca serta meningkatnya aktivitas masyarakat,” ujar Billy, Minggu (13/9/2026).
Bukan Semua Pasien Harus Rawat Inap
Billy menjelaskan, kondisi pasien menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebutuhan rawat inap. Pasien dengan kondisi ringan, termasuk demam atau influenza pada umumnya, masih dapat ditangani melalui layanan rawat jalan.
Sebaliknya, pasien yang mengalami kondisi lebih serius, seperti gangguan pernapasan berat, membutuhkan penanganan dan pemantauan lebih lanjut di rumah sakit.
“Yang saat ini dirawat inap di rumah sakit adalah pasien dengan kondisi yang memang memerlukan penanganan lebih lanjut, seperti mengalami gangguan pernapasan berat. Sementara itu, pasien dengan demam atau influenza pada umumnya dapat ditangani melalui perawatan rawat jalan,” jelasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan Dinkes bahwa informasi mengenai rumah sakit yang disebut penuh tidak bisa langsung disamakan dengan kondisi seluruh fasilitas kesehatan di Surabaya.
Menurut Billy, informasi terkait kapasitas rumah sakit seharusnya dilihat berdasarkan kondisi dan data yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar kabar yang beredar di media sosial.
Dinkes Pantau Tempat Tidur dan Tenaga Kesehatan
Di sisi lain, Dinkes Surabaya tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus kesehatan masyarakat. Koordinasi dilakukan bersama rumah sakit dan puskesmas, termasuk terkait ketersediaan tempat tidur serta tenaga kesehatan.
Langkah ini penting agar peningkatan kasus yang masih disebut wajar tersebut tetap terpantau dan tidak berkembang menjadi persoalan pelayanan kesehatan
Langkah ini penting agar peningkatan kasus yang masih disebut wajar tersebut tetap terpantau dan tidak berkembang menjadi persoalan pelayanan kesehatan.
Billy juga mengingatkan masyarakat untuk tidak panik. Warga diminta menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat, cukup istirahat, memperbanyak minum air putih, menggunakan masker saat beraktivitas, serta mengonsumsi vitamin sesuai kebutuhan.
“Kami imbau masyarakat untuk tetap tenang. Cukup dengan rajin memakai masker saat beraktivitas, cukup istirahat, minum air putih, dan konsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh,” imbaunya.
Ia meminta warga yang mengalami keluhan kesehatan memanfaatkan layanan puskesmas terdekat terlebih dahulu. Di saat yang sama, masyarakat juga diminta lebih kritis terhadap informasi kesehatan yang beredar tanpa sumber yang jelas.
“Intinya, faskes kita siap. Jika ada keluhan, silakan periksa ke puskesmas terdekat terlebih dahulu. Mari kita sama-sama menjaga kesehatan dan tidak mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya,” pungkas Billy.(ham)








