• Jelajahi

    Copyright © Lensa Global
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan atas

    Latest Post

    Surabaya Sapu Bersih GSI Jatim, Putra Pertahankan Gelar, Putri Langsung Juara di Debut

    Selasa, 15 September 2026, September 15, 2026 WIB Last Updated 2026-09-15T14:08:15Z

    Nampak Tim Putra siswa kota Surabaya sedang bermain di ajang GSI Jatim.

    SURABAYA||LENSA-GLOBAL.com – Pembinaan olahraga pelajar Surabaya kembali diuji di lapangan. Hasilnya, tim sepak bola putra dan putri Surabaya sama-sama keluar sebagai juara pertama Gala Siswa Indonesia (GSI) 2026 tingkat Jawa Timur.

    Prestasi itu bukan sekadar tambahan koleksi trofi. Tim putra berhasil mempertahankan gelar juara selama dua tahun berturut-turut, sementara tim putri langsung mencatatkan prestasi tertinggi pada keikutsertaan perdana.

    Kini, tantangan berikutnya sudah menunggu. Para pemain terbaik Surabaya harus kembali bersaing dalam seleksi untuk memperkuat skuad Jawa Timur menuju tingkat nasional.

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Febrina Kusumawati mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga pelajar terus berjalan.

    “Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi Surabaya. Anak-anak telah melewati proses yang panjang, mulai dari seleksi hingga pertandingan di tingkat provinsi,” kata Febri, Selasa (15/9/2026).

    Namun, yang menarik dari keberhasilan tersebut bukan hanya hasil akhirnya. Surabaya menerapkan pola penjaringan berjenjang yang dimulai dari tingkat kecamatan.
    Seleksi pemain dimulai pada Juli 2026. Pelajar dari SMP negeri maupun swasta diberi kesempatan mengikuti seleksi di tingkat kecamatan. Pemain terbaik kemudian mengikuti seleksi tingkat kota pada Agustus sebelum memperkuat tim Surabaya di tingkat Jawa Timur.

    Di tingkat provinsi, pertandingan berlangsung 31 Agustus hingga 4 September 2026 di Lapangan PUSDIK ARHANUD TNI-AD, Kota Batu.
    Dua tim Surabaya akhirnya berdiri di posisi teratas.

    Tim putri bahkan harus melewati persaingan ketat sebelum memastikan gelar, termasuk mengalahkan Sidoarjo pada pertandingan penentuan.

    “Yang paling membanggakan, putra dan putri sama-sama bisa menjadi juara. Untuk tim putri, ini merupakan pengalaman pertama mengikuti GSI, tetapi mereka mampu menunjukkan kemampuan dan mental bertanding yang baik,” ujar Febri.

    Bukan Sekadar Pilih Pemain

    Di balik kemenangan tersebut, Dispendik Surabaya menekankan proses seleksi. Pemain tidak sekadar ditunjuk, tetapi harus membuktikan kemampuan melalui pertandingan.
    Pemantauan dilakukan berdasarkan posisi dan karakter permainan, mulai dari penjaga gawang, gelandang hingga penyerang.

    Proses pembinaan juga melibatkan guru PJOK, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP dan Surabaya Legend. Para mantan pemain Persebaya yang tergabung dalam Surabaya Legend ikut membantu pemantauan dan pengembangan talenta.

    Para pemain kemudian menjalani pemusatan latihan sekitar dua pekan sebelum kompetisi tingkat provinsi. Latihan diperkuat dengan pertandingan persahabatan menghadapi sejumlah klub di Surabaya.

    Dari sini, GSI menjadi lebih dari sekadar kompetisi antarsekolah. Ajang tersebut menjadi salah satu ruang untuk menguji sejauh mana pembinaan talenta sepak bola usia sekolah mampu menghasilkan pemain yang siap bersaing.

    Juara Jatim Belum Aman

    Gelar juara Jawa Timur belum otomatis mengantarkan seluruh pemain Surabaya ke tingkat nasional.
    Mereka masih harus melewati seleksi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menentukan pemain yang masuk skuad Jatim.

    Sebagai juara pertama, Surabaya mendapat peluang mengisi sekitar 70 persen komposisi pemain. Dari total 20 pemain yang akan dipilih, sekitar 14 pemain diperkirakan berasal dari Surabaya.

    Proses seleksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 15 September 2026.

    “Setelah ini masih ada proses seleksi lagi untuk menentukan siapa saja yang akan mewakili Jawa Timur. Jadi, anak-anak tetap harus menunjukkan kemampuan terbaiknya,” kata Febri.

    Artinya, kemenangan di Kota Batu baru satu tahap. Setelah mendominasi tingkat Jawa Timur, pemain Surabaya harus membuktikan kembali kualitasnya ketika berhadapan dengan talenta terbaik dari daerah lain.

    Bagi Dispendik Surabaya, keberhasilan GSI juga menjadi bagian dari pembinaan jangka panjang. Prestasi memang penting, tetapi pengalaman bertanding, disiplin, kerja sama dan kesempatan mengembangkan kemampuan menjadi bagian yang tidak kalah penting.

    “Kami berharap pengalaman di GSI ini menjadi bekal bagi anak-anak untuk terus berkembang. Semoga ada yang terpilih mewakili Jawa Timur dan bisa melanjutkan perjuangan hingga tingkat nasional,” pungkasnya.

    Kini, pertanyaannya bukan lagi apakah Surabaya mampu menjadi juara Jawa Timur. Itu sudah dibuktikan.
    Tantangan berikutnya adalah seberapa banyak talenta Surabaya mampu menembus skuad Jawa Timur dan membawa nama daerah hingga panggung nasional.(ham)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru