• Jelajahi

    Copyright © Lensa Global
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan atas

    Latest Post

    SWK Bratang Binangun Dikeluhkan, Meja Penuh Piring Bekas hingga Wastafel Bocor Disorot Pemkot

    Senin, 14 September 2026, September 14, 2026 WIB Last Updated 2026-09-15T06:24:58Z

    Kepala Dinkopumdag Surabaya, Mia Santi Dewi datangi langsung SWK Bratang Binangun, Selasa, 15/9/2026.


    SURABAYA||LENSA-GLOBAL.com – Fasilitas Sentra Wisata Kuliner (SWK) Bratang Binangun kembali diuji bukan dari banyaknya pengunjung, tetapi dari bagaimana tempat yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tersebut dikelola dan dirawat.

    Keluhan masyarakat melalui hotline Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkap persoalan sederhana namun berdampak langsung terhadap kenyamanan pengunjung: meja makan masih dipenuhi piring dan peralatan makan bekas, sementara wastafel dilaporkan mengalami kebocoran.

    Laporan itu langsung direspons Eri dengan meminta Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya turun melakukan pengecekan.

    “Pemerintah kota sudah menyediakan SWK, setelah itu harus benar-benar dirawat dan dijaga. Mejanya harus dilap, peralatan makan yang sudah selesai digunakan segera diambil. Jangan sampai karena persoalan kebersihan dan wastafel yang bocor, pengunjung menjadi berkurang,” kata Eri, Selasa (15/9/2026).

    Fasilitas Ada, Pengelolaan Jangan Diabaikan

    Bagi Pemkot Surabaya, SWK bukan hanya tempat untuk memindahkan atau menyediakan ruang bagi pelaku usaha kuliner. Tempat tersebut juga merupakan fasilitas publik yang harus memberikan rasa nyaman kepada masyarakat.

    Karena itu, persoalan piring bekas yang menumpuk di meja maupun wastafel bocor tidak semestinya dianggap sebagai persoalan kecil. Jika dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi persepsi pengunjung terhadap kualitas pelayanan SWK.

    Eri mengatakan dirinya langsung meminta Kepala Dinkopumdag melakukan pengecekan setelah menerima laporan warga.

    “Terima kasih atas masukannya, sudah saya telepon Kepala Dinas Koperasi dan turun melakukan pengecekan di sana,” ungkapnya.

    Dinkopumdag Temukan Meja Masih Dipenuhi Piring

    Arahan tersebut langsung ditindaklanjuti Kepala Dinkopumdag Surabaya Mia Santi Dewi dengan mendatangi SWK Bratang Binangun.
    Hasil pengecekan menunjukkan keluhan mengenai meja makan memang ditemukan di lapangan.

    Sejumlah meja masih terdapat piring dan peralatan makan meski kursi di sekitarnya sudah kosong.

    “Saya ke sini menindaklanjuti adanya keluhan masyarakat di hotline Wali Kota Surabaya. Di SWK Bratang Binangun ini ditemukan meja yang masih banyak piring yang belum dibersihkan atau diangkat, padahal meja dan kursinya sudah kosong,” ujar Mia.

    Temuan tersebut menjadi catatan bagi pengelolaan SWK. Sebab, kebersihan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kenyamanan masyarakat ketika menggunakan fasilitas kuliner publik.

    Daya Tarik Kuliner Jangan Kalah oleh Masalah Kebersihan

    Menariknya, persoalan kebersihan tersebut tidak serta-merta membuat SWK Bratang Binangun kehilangan pengunjung.

    Mia mengaku berbincang dengan sejumlah pengunjung untuk mengetahui alasan mereka memilih makan di lokasi tersebut. Bahkan, ada pengunjung yang datang dari luar Surabaya.

    “Setelah saya keliling, saya menemui beberapa pembeli dan mencoba menanyakan kenapa mereka mau makan di sini. Ternyata ada yang datang dari jauh, dari Kenjeran, bahkan ada yang dari Sidoarjo. Alasannya karena makanannya enak, murah, dan fasilitasnya bagus,” tuturnya.

    Kondisi tersebut menunjukkan SWK Bratang Binangun sebenarnya memiliki modal daya tarik yang cukup kuat. Harga makanan, cita rasa, dan fasilitas menjadi alasan masyarakat datang.

    Namun, keunggulan tersebut perlu diimbangi dengan pengelolaan yang konsisten. Makanan enak dan harga murah akan kehilangan daya tarik apabila pengunjung harus berhadapan dengan meja kotor atau fasilitas yang tidak terawat.

    Hotline Wali Kota Jadi Alarm Pengawasan

    Pemkot Surabaya mengapresiasi laporan masyarakat melalui hotline Wali Kota. Bagi Dinkopumdag, laporan semacam itu dapat menjadi alarm untuk mengetahui kondisi fasilitas secara langsung.

    Mia meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan kembali apabila menemukan persoalan serupa.

    “Kalau nanti ditemukan lagi kekurangan-kekurangan yang ada di SWK, dapat disampaikan melalui hotline Wali Kota supaya kami dari Dinas Koperasi bisa segera menindaklanjuti,” katanya.

    Masukan warga, menurut Mia, bukan semata-mata kritik terhadap pengelola. Laporan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas SWK.

    “Masukan dari masyarakat akan membuat SWK kita menjadi lebih bagus lagi dan bisa lebih dinikmati oleh masyarakat dengan nyaman,” pungkasnya.

    Persoalan di SWK Bratang Binangun akhirnya memperlihatkan satu hal penting: membangun fasilitas publik bukan pekerjaan akhir. Tantangan berikutnya adalah memastikan fasilitas tersebut benar-benar dirawat, diawasi, dan memberikan pelayanan yang layak setiap hari.(ham)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini, baru